Manusia merupakan makhluk yang sangat logis, karena spesies tersebut memang diciptakan dengan lengkapnya akal beserta otak yang memadai. Terkadang mereka sangat percaya diri akan kemampuan personalnya terkadang juga mereka terlalu pasrah dan mengalir mengikuti waktu dan alam.
penulis pun layaknya manusia biasa yang memiliki berbagai emosi dan ekspresi, penulis juga seorang manusia normal yang punya perasaan dan terkadang juga keterlaluan dalam mengikuti perasaannya. kesombongan merupakan salah satu perasaan yang telah dinikmati oleh penulis hingga menabrak sebuah fenomena besar.
Bayangkan anda memiliki sebuah rencana yang sangat detail dan anda memiliki kuaifikasi untuk melakukannya secara sempurna. Pastinya dengan mudah kita akan menganggap enteng rencana yang telah disusun rinci tersebut, karena kita merasa bahwa kemampuan kita melebihi kebutuhan pada perencanaan tersebut.
tahap pertama pastinya kita merencanakan waktu dan apapun yang perlu dilakukan untuk mencapai tahap selanjutnya, dan jika tahap pertama berjalan dengan lancar maka kepercayaan diri kita untuk menempuh tahap selanjutnya pasti semakin bertambah.
tahap kedua merupakan uji coba selanjutnya bagi diri kita dan menjadi penentuan apakah kita berkemampuan seperti halnya menempuh tahap pertama atau kita terlalu percaya diri tanpa menimbang kemampuan pada tahapan kedua, jika tahap kedua ini dapat ditempuh dengan mudah seperti pada tahap pertama maka dengan mudahnya kita berfikir bahwa tahap ketiga juga pasti mudah.
tahap ketiga bukan pembuktian lagi, tetapi tes kemampuan murni tanpa adanya anggapan sulit dalam benak kepala. tahapan ini merupakan hasil kepedean yang didapat dari tahapan kedua dan jika pada tahapan percaya diri ini lancar, hanguslah segala minder yang berkumpul di kepala.
tahapan ke empat, titik runtuhnya kesombongan
tahapan terakhir ini merupakan pembelajaran dan pembayaran atas kesombongan yang didapat dari berbagai tahapan sebelumnya. Tanpa adanya persiapan dengan modal percaya diri saja ternyata tidak cukup untuk menempuh level yang lebih tinggi dari sebelumnya. Tahapan ketiga mungkin kita merasa di puncak, tetapi tahapan selanjutnya merupakan awan diatas awan.
Itulah yang dirasakan oleh penulis ketika menempuh tugas akhir perkuliahan, skirpsi. bayangkan saja planning yang kita buat berjalan sempurna dari tahap pertama, kedua, dan ketiga. Bermodal sempurnanya ketiga tahapan tersebut penulis merasa bahwa tahapan selanjutnya sekaligus terakhir juga pasti lancar, pasti, penulis bukan lagi berharap lancar tetapi merasa bisa melakukan apapun dengan lancar
disitulah ego penulis runtuh dengan secuil kejadian tidak terduga, semua tahapan tersebut gagal total
maka dari itu ingatlah bahwa kita adalah manusia, kita hanya punya logika untuk mengikuti alam, bukan mengatur alam karena alam ini sudah dalam genggaman tuhan yang maha Esa.

0 Komentar